Andi Goda

penjelasan tentang ilmu lingkungan hidup

PROPOSAL PELATIHAN PENGOLAHAN LIMBAH CAIR

PROPOSAL PELATIHAN PENGOLAHAN LIMBAH CAIR yang akan andi goda bagikan berikut berasal dari perusahaan selatan jadi jaya yang merupakan perusahaan manufactur dalam proses pembuatan Accu. disini proposal ditujukan untuk membuat pelatihan pengolahan limbah cair. simak juga proposal soccer community pada waktu yang lalu.

PROPOSAL
PELATIHAN PENGOLAHAN LIMBAH CAIR
PROPOSAL PELATIHAN PENGOLAHAN LIMBAH CAIR PT SJJ

PT SELATAN JADI JAYA
PENDAHULUAN
Bahwa dalam rangka meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia tentang penguasaan atas peran dan fungsi sebagai unsur untuk mengolah dan mengontrol pembuangan limbah industri terutama limbah cair agar tidak mencemari lingkungan yang akan berdampak besar bagi kelangsungan makhluk hidup di dalam maupun diluar area perusahaan.

Sejalan dengan tujuan tersebut diatas kami akan melakukan serangkaian pelatihan dan pembinaan yang berkelanjutan untuk beberapa karyawan, mengikuti pelatihan tersebut di luar perusahaan, karena tenaga ahli yang kita miliki masih dirasa kurang mampu untuk mengolah limbah cair yang ada di perusahaan.

Dan dengan adanya pelatihan dan pembinaan mengenai pengolahan limbah cair tersebut nantinya diharapkan perusahaan ini menjadi perusahaan yang ramah akan lingkungan dan menciptakan hubungan yang harmonis antara makhluk hidup dan lingkungan untuk kelangsungan hidup sekarang dan yang akan datang.

MAKSUD DAN TUJUAN
Maksud dan tujuan diadakan pelatihan dan pembinaan mengenai pengolahan limbah cair adalah dalam upaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia sehingga permasalahan yang sering timbul akibat dari keterbatasan yang dimilikinya sedikit demi sedikit akan dapat teratasi.

PELAKSANAAN
Bahwa dalam pelaksanaan pelatihan dan pembinaan mengenai pengolahan limbah cair dilaksanakan pada hari Selasa, Tanggal 05 April 2011 bertempat di PUSAT PELATIHAN TRISTAR, dengan alamat Jln. Raya Jemursari no. 240 B Surabaya.

PESERTA PELATIHAN
Peserta untuk pelatihan dan pembinaan mengenai pengolahan limbah cair, adapun sebagai berikut :

1. Bpk. Budy Susanto Selaku Kabag Produksi 1 & Plant Managaer
2. Bpk Ari Selaku Kasubag Maintenace
3. Bpk. Yulianto Selaku Kabag Karton
4. Bpk. Rudy Selaku Kasubag Quality Control
5. Bpk Nurul Amin Selaku Pengawas Formasi & Oven

ANGGARAN
Anggaran yang dibutuhkan untuk pelatihan dan pembinaan mengenai pengolahan limbah cair untuk masing-masing peserta sebesar ;

Rp. 300.000,- x 5 ( peserta ) = Rp. 1.500.000,-
Rp. 100.000,- x 5 ( peserta ) = Rp. 500.000,- ( Akomodasi / Konsumsi )
clip_image003 +
TOTAL = Rp. 2.000.000,-

PENUTUP
Demikian PROPOSAL PELATIHAN PENGOLAHAN LIMBAH CAIR ini kami buat, atas perhatian serta kerjasamanya yang baik kami sampaikan terima kasih.





Panjunan, 04 April 2011
Hormat kami,
______________________
Advisor

Lanjutan Karakteristik Limbah B3 Edisi 2

Lanjutan Karakteristik Limbah B3 Edisi 2 kali ini adalah lanjutan dari artikel andi goda yang sempat terpotong pada waktu yang lalu. artikel sebelumnya yang saya tulis adalah memahami 6 karakteristik Limbah B3. silakan dibaca karena merupakan awal dari artikel lanjutan ini.

3. Bersifat Reaktif

Limbah yang bersifat reaktif adalah limbah yang dapat menyebabkan kebakaran karena melepaskan atau menerima oksigen atau limbah organik peroksida yang tidak stabil dalam suhu tinggi. Limbah ini memiliki beberapa sifat sebagai berikut
a. Pada keadaan normal, tidak stabil dan dapat menyebabkan perubahan tanpa peledakan,
b. dapat bereaksi hebat dengan air
c. Apabila bercampur dengan air, maka berpotensi menimbulkan ledakan, menghasilkan uap, gas, atau asap beracun dalam jumlah yang membahayakan bagi kesehatan manusia dan lingkungan,

asap beracun - Limbah yang bersifat reaktif
asap beracun dari efek Limbah B3

d. Merupakan limbah sianida, sulfida atau amoniak yang pada kondisi pH antara 2 dan 12.5 dapat menghasilkan gas, uap atau asap beracun dalam jumlah yang membahayakan
e. mudah meledak atau bereaksi pada suhu dan tekanan standar (25 derajat celcius, 760 mmHg),
f. Menyebabkan kebakaran karena melepaskan atau menerima oksigen atau limbah organic peroksida yang tidak stabil dalam suhu tinggi

4. Bersifat Beracun

Limbah beracun adalah suatu limbah yang mengandung pencemar dan bersifat racun bagi manusia dan lingkungan sekitar. limbah B3 dapat menyebabkan kematian atau sakit yang serius jika masuk kedalam tubuh, baik melalui pernpasan, kulit maupun mulut

5. Menyebabkan Infeksi

Limbah yang menyebabkan infeksi adalah limbah yang berasal dari laboratorium yang terinfeksi penyakit atau limbah yang sudah mengandung bakteri, kuman penyakit seperti bagian tubuh manusia yang diamputansi dan cairan tubuh manusia yang terkena infeksi

6. Bersifat Korosif

Limbah korosif merupakan limbah yang memiliki sifat dan karakter dibawah ini :
a. Menyebabkan iritasi (terbakar) pada kulit
b. mennyebabkan proses pengaratan pada lempeng baja (SAE 1020) dengan laju korosi lebih besar dari 6.35 mm/tahun dengan temperature pengujian 55 derajat celcius
c. Mempunyai pH sama atau kurang dari 2 untuk limbah yang bersifat asam atau lebih besar dari 12.5 untuk yang bersifat basa

Demikian Lanjutan karakteristik Limbah B3 edisi kedua yang dapat saya sampaikan lengkap.. semoga menambah referensi anda dalam belajar dan mencari materi tentang bab ini. Terima kasih

Memahami 6 Karakteristik Limbah B3 Edisi 1

Dalam materi pelajaran kali ini masih sama tentang limbah dan sebelum kita Memahami 6 Karakteristik Limbah B3 Edisi 1. ada baiknya kita mengetahui apa penyebab limbah B3 itu sangat berbahaya sekali bagi Kita. setelah andi goda mencari dan menganalisa beberapa uji toksikologi, alasannya tidak lain adalah sebagai berikut :

a. Bisa menyebabkan atau memberikan pengaruh buruk terhadap terjadinya dan/atau meningkatnya kematian dan/atau sakit yang serius

b. Berpotensi menimbulkan bahaya terhadap kesehatan manusia dan/atau lingkungan apabila limbah b3 disimpan, diangkut, dimanfaatkan, diolah, ditimbun, dan dibuang dengan tidak benar atau tidak dikelola

setelah mengetahui bahayanya limbah beracun tersebut, berikut adalah karakteristik limbah B3, yaitu mudah meledak, mudah terbakar, bersifat reaktif, bersifat beracun, menyebabkan infeksi, dan bersifat korosif. dibawah ini adalah penjelasan tiap itemnya.

1. Mudah Meledak

Limbah yang mudah meledak adalah suatu limbah yang berada pada suhu dan tekanan tertentu. pada standarnya 25 derajat celcius, 760 mmHg dapat meledak melalui reaksi kimia dan atau fisika. dan dapat menghasilkan gas dengan suhu dan tekanan tinggi yang dengan cepat dapat merusak lingkungan sekitarnya.

Karakteristik Limbah B3 mudah meledak

2. Mudah Terbakar

Limbah yang mudah terbakar adalah limbah yang punya salah satu sifat dibawah ini
a. Limbah yang berupa cairan
Limbah yang berupa cairan akan mudah terbakar jika terdapat situasi berikut
- Mengandung alcohol kurang dari 24% volume dan/atau mempunyai titik nyala kurang dari 60 derajat C (140 derajat F)
- Terjadi kontak dengan api, percikan api, atau sumber nyala lain pada tekanan udara 76mmHg

b. Limbah yang berupa padatan
Limbah yang berada pada temperature dan tekanan standar (25 derajat C, 760 mmHg) mudah menyebabkan kebakaran. contohnya melalui gesekan, penyerapan uap air, atau perubahan kimia secara spontan. Limbah padat jika terbakar dapat menyebabkan sebuah kebakaran yang terjadi terus – menerus dalam waktu yang lama.
Apabila titik nyala limbah kurang dari 40 derajat C, berarti karakteristik limbah B3 itu mudah sekali terbakar.

Karakteristik Limbah B3 terbakar

c. Limbah yang bertekanan mudah terbakar

d. Limbah Pengoksidasi
Apabila waktu pembakaran limbah sama atau lebih pendek dari waktu pembakaran senyawa standar, berarti karakteristik limbahnya mudah terbakar.

Bersambung ke artikel Lanjutan karakteristik limbah B3 Edisi kedua yang berisi 4 sifat lagi

itulah beberapa sifat dan karkter yang saya rangkum dalam tema Memahami 6 Karakteristik Limbah B3. simak kelanjutannya ya dihalaman selanjutnya.

Uji Toksikologi Limbah B3 dan Penyakit Minamata

Pelajaran yang akan saya bagikan kali ini adalah tentang kisah penyakit minamata dan Uji Toksikologi Limbah B3 yang merupakan lanjutan dari materi kemarin. disini Andi Goda memberitahukan jika uji tosikologi limbah b3 mempunyai 2 sifat, yaitu sifat akut dan sifat kronik.

Uji Toksikologi Limbah B3

Sifat Akut, adalah suatu uji hayati yang digunakan untuk mengukur hubungan dosis respons antara limbah dengan kematian hewan uji. pengujian tersebut berfungsi untuk menetapkan nilai LD50

Yang kedua adalah sifat kronik, yaitu uji toksik, mutagenic, karsinogenetik, teratogenetik, dan lai-lain. cara melakukan uji ini adalah dengan mencocokkan zat pencemar yang terdapat pada limbah berdasarkan pertimbangan suatu faktor tertentu.

Penyakit minamata, Akibat dari limbah B3

dibawah ini adalah akibat dari limbah b3 yang terjadi di negara Jepang. informasi ini juga ada dalam klikgaul.com, jika anda tidak tahu apa situs klikgau.com dan juga spesifikasinya, silakan baca sekilas Klikgaul.com yang sudah saya terbitkan.

penyakit minamata yang tepatnya terjadi di pinggir teluk minamata, jepang, suatu tempat pemukiman masyarakat nelayan. beberapa pabrik industry membuang limbah kedalam teluk minamata. dan para ahli kimia pabrik tersebut mengatakan bahwa limbah pabrik yang memang mengandung methylmercury (MeHg) tidak berbahaya. mereka beralasan bahwa dengan fakta fitoplankton, zooplankton, dan jenis ikan lainnya yang masih bisa bertahan hidup dalam teluk minamata itu.

penderita Penyakit Minamata

Kebiasaan penduduk nelayan teluk minamata yang gemar makan ikan, telah menyebabkan terakumulasinya kadar methylmercury yang berlipat ganda didalam tubuh mereka. setelah sekitr 10 tahun, kadar mercury didalam tubuh telah berlipat gand, sampai dengan ribuan kali dibandingkan dengan kadar mercury didalam air limbah itu sendiri atau fitoplankton.

karena methylmercury termasuk dalam sumber limbah b3 (bahan berbahaya dan beracun), maka menimbulkan dampak nyata pada kesehatan tubuh. dampak yang timbul adalah: keturunan dari nelayan yang telah mengkonsumsi ikan dari teluk minamata mengalami cacat jasmani dan mental. cacat tersebut disebut sebagai penyakit minamata oleh kalangan ahli kesehatan. penyakit itu dapat terjadi dimana saja melalui proses akumulasi dan penggandaan biologic.

Sekian dari saya sedikt tentang penyakit minamata dan uji toksikologi limbah B3. semoga menambah wawasan anda dan mengetahui betapa berbahayanya limbah di sekitar kita.

Sumber Limbah B3

Sumber Limbah B3 adalah salah satu dari 3 cara mengelompokkan cara identifikasinya. limbah b3 sendiri dapat kita temui dimanapun. dengan kita sadari atau tidak, kita pun pernah menggunakannya. sebagian dari kita, bahkan termasuk andi goda sendiri sudah mulai menyadari dan sedikit demi sedikit menguranginya, bahkan tidak menggunakan sama sekali bahan yang mengandung Limbah B3.

tetapi masih banyak orang lain diluaran sana yang sudah mengetahui bahaya limbah B3, tetapi masih menggunakannya. dan yang lebih tragis lagi, mereka tidak memperhatikan cara pembuangan menurut kaidah yang benar.

Sumber Limbah B3 dapat kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari dari. bahkan menurut informasi dari salah satu web portal berita di klikgaul.com yang membahas masalah health (kesehatan), sumber b3 dapat berasal dari sisa – sisa rumah tangga, pasar, pabrik, rumah sakit, apotek, dan laboratorium.

Sumber limbah b3 dari pasar

Menurut PP 85/1999, jenis limbah B3 dapat dibedakan berdasarkan dengan sumbernya. Dalam lampiran PP 85/1999, juga dijelaskan jenis limbah b3 menurut sumber-sumbernya adalah sebagai berikut :

1. Limbah B3 dari sumber tidak spesifik (PP 85/1999)

Limbah B3 tersebut pada umumnya tidak berasal dari sebuah proses utama, tetapi berasal dari kegiatan pemeliharaan alat, pencucian, pencegahan korosi (inhibitor korosi), pelarut kerak, atau kemasan. contohnya adalah asap kendaraan bermotor dan asap dari cerobong pabrik

Sumber limbah b3 dari cerobong asap pabrik

2. Limbah B3 dari sumber spesifik (PP 85/1999)

Limbah yang berasal dari sumber spesifik ini berasal dari proses suatu industry atau kegiatan secara spesifik dapat ditentukan berdasarkan kajian ilmiah. contohnya adalah merkuri, arsen dan deterjen.

3. Limbah B3 berasal dari sumber kimia kedaluwarsa, tumpahan, bekas kemasan, dan buangan produk yang tidak memenuhi spesifikasi (PP 85/1999)

Limbah ini berasal dari produk atau barang yang tidak memenuhi persyaratan spesifikasi yang ditentukan atau tidak dapat dimanfaatkan lagi. hal yang serupa juga berlaku untuk sisa kemasan limbah b3 dan bahan – bahan kimia yang kedaluwarsa. contoh dari sumber ini adalah obot-obatan dari rumah sakit dan apotek yang kedaluwarsa, tumpahan minyak ke laut, botol kemasan obat atau zat kimia, dan plastic.

Demikian topic yang saya bahas mengenai Sumber Limbah B3. semoga bermanfaat dan baca terus pengetahuan tentang B3 di blog saya ini.

Apa Pengertian Limbah B3??

Apa Pengertian Limbah B3?? – Limbah B3 adalah singkatan dari limbah bahan berbahaya dan beracun. Limbah dan sampah ternyata selalu menjadi permasalahan yang serius. masalah ini tidak hanya terjadi di negara yang sedang berkembang saja menurut Andi Goda
Namun, di negara maju pun menjadi pekerjaan pemerintah yang mendesak, oleh karena itu, kita perlu memahami pengertian limbah sebelum berbicara tentang limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) secara umum. Limbah adalah bahan sisa dari suatu kegiatan atau produksi, baik dalam skala kecil (rumah tangga) maupun dalam skala yang besar (pabrik)
Limbah B3
Dalam PP 18/1999 Jo. PP 85/1999, pasal 1 (ayat 2) dijelaskan pengertian limbah B3. Limbah bahan berbahaya dan beracun, disingkat limbah B3, adalah sisas suatu usaha dan/atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya dan/atau beracun yang karena sifat dan/atau konsentrasinya dan/atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan dan/atau merusak lingkungan hidup manusia serta mahluk hidup lainnya.
Limbah B3 dikarakteristikkan berdasarkan beberapa parameter, yaitu total solids residue (TSR), kandungan fixed residue (VSR), kadar air (sludge moisture content), volume padatan dan karakter atau sifat B3 (toksisitas, sifat korosif, sifat mudah terbakar, sifat mudah meledak, beracun, dan sifat kimia serta kandungan senyawa kimia)
Contoh Limbah B3 adalah logam berat, seperti Al, Cr, Cd, Cu, Fe, Pb, Mn, Hg, dan Zn serta zat kimia (
Dua Jenis Reaksi Kimia), seperti pestisida, sianida, sulfida, dan fenol.
- Cd dihasilkan dari lumpur dan limbah industri kimia tertentu.
- Hg dihasilkan dari industri klor-alkali, Industri cat, kegiatan pertambangan, industri kertas, dan pembakaran bahan bakar fosil.
- Pb dihasilkan dari peleburan timah hitam dan accu. logam – logam berat umumnnya bersifat racun sekalipun dalam konsentrasi rendah.
Limbah B3 dapat diidentifikasikan menurut sumber, uji karakteristik dan uji tosikologi.
Demikian pembahasan saya mengenai Apa Pengertian Limbah B3?? setelah membaca artikel ini diharapkan kalian mengerti dan mampu menerapkannya dalam lingkungan kalian sendiri. Terima kasih sudah menyimak.

Dua Jenis Reaksi Kimia (eksoterm dan endoterm)

Dua Jenis Reaksi Kimia (eksoterm dan endoterm) ini adalah lanjutan dari materi yang Bulan lalu saya bahas, yaitu tentang Pengertian dan Rumus Perubahan Entalpi. dari perubahan entalpi tersebut, maka akan ditemukan 2 jenis reaksi seperti dibawah ini.

1. Reaksi Endoterm

Yaitu Reaksi yang menyerap panas / kalor atau membutuhkan energi. Akibat dari reaksi ini adalah hasil reaksi memiliki entalpi yang lebih tinggi dari pada zat semula.
Reaksi Endoterm dan eksoterm
Jenis reaksi ini dapat dirumuskan :
HB > HA
HB – HA > 0
ΔH berharga positif

2. Reaksi Eksoterm

Adalah sebuah reaksi kimia yang melepaskan kalor atau menghasilkan sebuah energi. Akibat dari reaksi ini yaitu hasil reaksi mempunyai Entalpi yang lebih rendah daripada zat semula yang ada. kalian bisa merumuskannya sebagai berikut
HB < HA
HB – HA < 0
ΔH berharga negatif

Beberapa hal yang perlu kalian perhatikan dalam Dua Jenis Reaksi Kimia adalah seperti berikut

a. Menurut IUPAC, satuan dari ΔH adalah kJ mol-1. tetapi dalam pembahasan di andi goda ini, kalian cukup menuliskan dengan kJ saja
b. ΔH adalah sifat ekstensif, yang artinya sifat yang bergantung pada jumlah zat. oleh sebab itu, dibuatkan perjanjian bahwa koefisien dalam persamaan termokimia sekaligus menyatakan jumlah mol zat. bisa dilihat dengan persamaan reaksi dibawah ini
H2(g) + Cl2(g) ---> 2HCl(g)                      ΔH = -185kJ
Menyatakan bahwa reaksi 1 mol H2 dan 1 mol Cl2 menjadi 2 mol HCl, maka koefisien HCl harus 1, sehingga persamaan reaksinya menjadi
1/2H2(g) + 1/2Cl2(g) ---> HCl(g)                ΔH = 92.5 kJ
c. suatu reaksi eksoterm merupakan kebalikan dari pada reaksi endoterm. Jika reaksi pembentukan HCl dari unsure – unsurnya melepaskan kalor (eksoterm), maka reaksi penguraian HCl menjadi unsure-unsurnya memerlukan kalor (endoterm)
2HCl(g) ---> H2(g) + Cl2(g)              ΔH = +185 kJ
dan yang terakhir, ingatlah selalu bahwa
Jika reaksi dikali x, harga ΔH harus dikali x
Jika reaksi dibalik, harga ΔH harus dibalik
Sekian dulu penjelasan tentang Dua Jenis Reaksi Kimia (eksoterm dan endoterm) yang dapat saya sampaikan, semoga membawa manfaat bagi kalian yang sedang belajar reaksi kimia di sekolah. Terima kasih

Pengertian dan Rumus Perubahan Entalpi

Artikel hari ini mengenai Pengertian dan Rumus Perubahan Entalpi yang sengaja Andi Goda terbitkan agar anda semua mengingat masa sekolah dahulu ketika sedang mengikuti pelajaran Kimia, Ilmu pengetahuan Alam ( IPA ). kemarin saya juga membahas Perkembangan Termokimia dan Ilmuannya yang juga merupakan Ilmu Kimia

Kita tahu Alam semesta yang merupakan ciptaan Tuhan ini mempunyai energi yang konstan. Berdasarkan asas kekekalan energi, kita tidak mungkin bisa menciptakan / membuat dan memusnahkan suatu energi. yang dapat kita lakukan hanyalah mengubah suatu bentuk energi tersebut menjadi sebuah bentuk energi yang lainnya

Rumus Perubahan Entalpi

Sistem merupakan suatu yang sedang kita pelajari suatu perubahan energinya, dan apa saja yang berada diluar sistem disebut sebagai Lingkungan. Suatu sistem mampu menyerap energi dari lingkungan ataupun melepaskan energi menuju lingkungan. dalam Ilmu kimia, Yang dimaksudkan dengan sistem adalah suatu reaksi kimia atau zat-zat yang kita reaksikan. Sedangkan tabung reaksi atau gelas kimia beserta segala sesuatu di sekelilingnya merupakan lingkungan.

Entalpi atau dalam kimia lambangnya H adalah jumlah energi yang terkandung atau tersimpan dalam suatu zat pada suhu 298 K (25 derajat C) dan tekanannya 1 atm. istilah entalpi diambil dari bahasa jerman, Entalpien yang berarti kandungan dan juga diusulkan pada tahun 1847 oleh  hermann helmholtz.

sebagaimana kita maklumi, pada setiap reaksi kimia selalu berbentuk zat yang baru. oleh karena masing-masing zat mengandung jumlah energi yang berbeda-beda ( memiliki entalpi yang tidak sama), maka setiap reaksi kimia selalu disertai oleh Perubahan Entalpi (ΔH)
ΔH = entalpi hasil reaksi – entalpi pereaksi
ΔH = H ruaskanan – H ruaskiri

contoh reaksi sederhana ( A -------> B )
ΔH = HB - HA
dengan :
HA = entalpi pereaksi
HB = entalpi hasil reaksi
ΔH = Perubahan Entalpi
Dari perubahan entalpi ini, kita akan menemukan 2 jenis reaksi kimia. yang selanjutnya akan saya bahas di 2 jenis reaksi kimia dari perubahan entalpi.

Demikian pembahasan saya tentang Pengertian dan Rumus Perubahan Entalpi pada kesempatan kali ini. Semoga anda ingat lagi serta bertambah pintar kembali. Selamat belajar.